Artikel Islami

Meringankan Kesulitan Orang Lain: Amalan Mulia yang Mendatangkan Pertolongan Allah

ChatGPT Image 22 Jun 2026, 08.36.42

Oleh : Tim Redaksi

Mengapa Membantu Orang yang Kesulitan Sangat Dianjurkan dalam Islam?

Dalam kehidupan, setiap orang pasti pernah mengalami masa sulit. Ada yang kesulitan ekonomi, terlilit utang, kehilangan pekerjaan, atau menghadapi berbagai ujian lainnya. Pada saat seperti itu, uluran tangan dan kebaikan dari orang lain bisa menjadi harapan yang sangat berarti.

Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga peduli terhadap kesulitan sesama. Bahkan, membantu orang yang sedang mengalami kesulitan termasuk amalan yang memiliki balasan besar di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa ingin diselamatkan Allah dari kesusahan hari Kiamat, hendaklah ia memberi tangguhan kepada orang yang kesulitan atau membebaskan utangnya.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa kebaikan yang kita berikan kepada orang lain akan kembali kepada diri kita sendiri, terutama pada hari ketika setiap manusia sangat membutuhkan pertolongan.

Keutamaan Memberi Kelonggaran kepada Orang yang Berutang

Utang sering kali menjadi beban berat bagi seseorang. Tidak sedikit orang yang memiliki niat baik untuk melunasi utangnya, tetapi terhalang oleh kondisi ekonomi yang sulit.

Dalam situasi seperti ini, Islam mengajarkan sikap penuh kasih sayang dan empati.

Jika seseorang benar-benar tidak mampu membayar utangnya tepat waktu, maka kita dianjurkan untuk:

  • Memberikan tambahan waktu pembayaran.
  • Tidak menekan atau mempermalukannya.
  • Membantu mencari solusi terbaik.
  • Membebaskan sebagian atau seluruh utangnya jika mampu.

Sikap seperti ini bukan hanya membantu sesama manusia, tetapi juga menjadi sebab datangnya rahmat dan pertolongan Allah SWT.

Kisah Abdullah bin Al-Mubarak yang Melunasi Utang Seorang Pemuda

Salah satu teladan luar biasa dalam membantu orang yang kesulitan datang dari seorang ulama besar bernama Abdullah bin Al-Mubarak.

Beliau sering melakukan perjalanan ke berbagai kota untuk berdakwah dan menyebarkan ilmu. Dalam salah satu perjalanannya ke Kota Thartus, beliau biasa singgah di sebuah penginapan.

Di penginapan tersebut terdapat seorang pemuda yang sering melayani kebutuhan beliau sekaligus menghadiri majelis ilmunya.

Suatu hari, ketika Abdullah bin Al-Mubarak kembali ke kota tersebut, ia tidak menemukan pemuda itu seperti biasanya.

Beliau kemudian bertanya kepada penduduk setempat dan mendapatkan kabar bahwa pemuda tersebut sedang dipenjara karena memiliki utang yang belum mampu dibayarnya.

Mendengar hal itu, Abdullah bin Al-Mubarak merasa prihatin.

Membantu Tanpa Mengharapkan Pujian

Setelah mengetahui jumlah utang pemuda tersebut sebesar sepuluh ribu dirham, Abdullah bin Al-Mubarak segera mendatangi orang yang memberikan pinjaman.

Beliau langsung melunasi seluruh utang pemuda itu sehingga ia dapat dibebaskan dari tahanan.

Yang lebih mengagumkan, beliau tidak ingin diketahui sebagai orang yang membantu.

Ketika pemuda itu akhirnya bebas dan bertemu dengannya, Abdullah bin Al-Mubarak hanya bertanya dengan sederhana mengapa ia tidak terlihat beberapa hari sebelumnya.

Pemuda tersebut menjelaskan bahwa seseorang yang tidak dikenal telah melunasi seluruh utangnya.

Mendengar hal itu, Abdullah bin Al-Mubarak hanya berkata:

“Pujilah Allah atas nikmat tersebut.”

Beliau bahkan meminta agar identitasnya sebagai penolong tidak diceritakan kepada siapa pun.

Inilah contoh keikhlasan yang luar biasa dalam berbuat kebaikan.

Pelajaran Berharga dari Kisah Ini

Kisah Abdullah bin Al-Mubarak mengajarkan banyak nilai penting yang relevan hingga saat ini.

1. Peduli terhadap Kesulitan Orang Lain

Seorang Muslim tidak boleh menutup mata terhadap penderitaan saudaranya.

Ketika mampu membantu, sekecil apa pun bantuan yang diberikan bisa menjadi penyebab kebahagiaan bagi orang lain.

2. Membantu dengan Ikhlas

Kebaikan yang paling bernilai adalah kebaikan yang dilakukan karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau mendapatkan pengakuan.

3. Meringankan Beban Sesama

Terkadang seseorang tidak membutuhkan nasihat panjang, tetapi membutuhkan bantuan nyata untuk keluar dari masalahnya.

4. Allah Akan Membalas Kebaikan

Rasulullah SAW menjanjikan bahwa orang yang memudahkan urusan orang lain akan mendapatkan kemudahan dari Allah, terutama pada Hari Kiamat.

Relevansi di Era Modern

Saat ini banyak orang menghadapi tekanan ekonomi, biaya hidup yang meningkat, dan berbagai kesulitan finansial.

Karena itu, semangat membantu sesama menjadi semakin penting.

Kita bisa mempraktikkannya dengan cara:

  • Membantu keluarga yang kesulitan.
  • Memberikan pinjaman tanpa riba.
  • Menjadi donatur bagi yang membutuhkan.
  • Membantu pendidikan anak yatim.
  • Berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
  • Memberikan kelonggaran kepada orang yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Tidak semua bantuan harus berupa uang. Terkadang dukungan, perhatian, atau solusi yang tepat juga dapat menjadi bentuk pertolongan yang sangat berarti.

Manfaat Membantu Orang yang Kesulitan

Ketika seseorang terbiasa membantu sesama, ia akan memperoleh banyak manfaat, di antaranya:

  • Mendapatkan pahala yang besar.
  • Dicintai Allah SWT.
  • Menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.
  • Membantu menciptakan masyarakat yang saling mendukung.
  • Menjadi sebab datangnya pertolongan Allah di dunia dan akhirat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × two =

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Deskripsi
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Beli
Click outside to hide the comparison bar
Compare