Oleh : Tim Redaksi
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan disukai Ar-Rahman, Subhanallah wabihamdihi dan Subhaanallahul ‘azhiim.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah
Nabi SAW mengajari kita memanfaatkan waktu dengan mengingat Allah atau berdzikir. Waktu terbaik untuk berdzikir adalah saat pagi dan petang, menjelang tidur dan bangun tidur. Engkau juga dianjurkan rajin membaca istigfar atau meminta ampun kepada Allah. Selain dzikir di waktu tertentu, ada juga dzikir yang disukai Allah dan bisa diulang setiap waktu. Dzikir tersebut adalah membaca kalimat Subhanallah wa bihamdih, Subhanallahul ‘azhiim.
Keutamaan dzikir:
1. Ringan di lidah karena mudah diucapkan oleh setiap orang, termasuk dirimu.
2. Berat di timbangan amal, yaitu berpahala besar dan menambah timbangan kebaikanmu di sisi Allah.
3. Dzikir ini dicintai Allah yang Pengasih dan Penyayang.
Seorang laki-laki datang kepada Imam Hasan Al-Bashri mengadukan musim kemarau yang menyebabkan kekeringan di kebunnya dan kegersangan di daerahnya. Imam Hasan Al-Bashri hanya menasihati, “Beristighfarlah kepada Allah.” Tak lama berselang, datang lagi seseorang mengadukan kefakiran dan kemiskinannya. Imam Hasan Al-Bashri hanya berkata, “Beristighfarlah kepada Allah.”
Lain waktu datanglah seseorang mengadukan kemarau panjang dan Imam Hasan Al-Bashri hanya menyarankan, “Beristighfarlah kepada Allah.” Yang lain lagi datang kepadanya dan mengadu tidak punya keturunan seraya memohon, “Panjatkanlah doa kepada Allah agar aku diberi keturunan!” Imam Hasan Al-Bashri hanya berkata, “Beristighfarlah kepada Allah.”
Orang-orang pun bertanya, “Banyak orang mengadukan masalah berat yang mereka alami tetapi mengapa engkau hanya menjawab, ’Beristighfarlah kepada Allah?’” Imam Hasan Al-Bashri menjawab, “Bukankah Allah juga menyuruh kita beristighfar? ’Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Istighfar (Jika kamu memohon ampun), niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.’ (Nuh: 10-12)”.




