Oleh : Tim Redaksi
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seseorang akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam keadaan sepertikeadaan dia meninggal dunia.” (HR. Muslim dari Jabir bin Abdulla
Hadits ini mengingatkan pentingnya husnul khatimah. Husnul khatimah maknanya seseorang menutup hidupnya dalam keadaan beriman, berbuat baik, dan melakukan amal saleh. Nasihat mahal ini sering diingatkan orang tua saleh kepada semua anaknya.
Dalam hadis ini, Nabi memberitahu bahwa keadaan seseorang saat meninggal akan menjadi keadaannya ketika ia dibangkitkan di Hari Kiamat. Misalnya, jika seseorang meninggal saat sedang naik haji atau umrah, pada Hari Kiamat ia akan dibangkitkan dalam keadaan sedang haji atau umrah. Begitu juga, yang meninggal saat berdzikir akan dibangkitkan dalam keadaan berdzikir.
Ketika terjadi Perang Badar, sahabat Anas bin Nadhar tidak ikut serta. Padahal Badar adalah perang besar yang menjadi penentuan sekaligus kebanggaan bagi kaum muslimin saat itu. Karena ia tidak ikut di perang itu, Anas bin Nadhar pun berjanji di hadapan Allah dan Rasul-Nya, “Seandainya Allah memberi kesempatan kepadaku untuk ikut berperang bersama Rasulullah lagi, biar Allah yang akan melihat apa yang aku perbuat di perang itu.”
Akhirnya Anas bin Nadhar berkesempatan mengikuti Perang Uhud. Di Perang Uhud, Anas bin Nadhar berperang habis-habisan hingga ia gugur di medan perang. Tidak ada yang bisa mengenal jenazahnya, kecuali adik perempuannya yang bernama Rubayya. Dia berkata, “Aku mengenal jenazah saudaraku dengan memperhatikan jari-jarinya.” Ketika ditemukan, pada jasadnya terdapat tak kurang dari delapan puluh tebasan, tusukan, dan bekas anak panah yang mengenainya.
Untuk mengenang peristiwa ini, Allah menurunkan ayat, “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang gugur dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu. Mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).” (Al-Ahzab: 23)
Anas bin Nadhar menutup hidupnya dengan hal yang baik atau husnul khatimah. Dia bersungguh-sungguh di peperangan dan benar-benar menepati janjinya sehingga ia mati syahid di Perang Uhud. Sebaliknya, orang yang meninggal dalam keadaan maksiat pada Hari Kiamat akan dibangkitkan dalam keadaan sedang bermaksiat. Karena itu, usahakan menjauhi perbuatan buruk dan mengisi waktu kita dengan amal yang baik sambil berharap memperoleh husnul khatimah agar kelak pada Hari Kiamat kita dibangkitkan dalam rahmat, ampunan, dan ridha ALLAH.







