Description
Tahun 1250 M, setelah Perang Al-Manshurah usai, nama Saifuddin Qutuz menjadi pembicaraan seluruh negeri Mesir karena keberaniannya. Izzuddin Aybak, pemimpin militer mesir saat itu, meminta Qutuz tetap di istana. Di saat yang bersamaan, berizta dari timur makin menggentarkan. Negeri-negeri muslim satu per satu takluk pada pasukan Mongol. Pergerakan pasukan Mongol makin mendekati Mesir. Berdasarkan hasil musyawarah para petinggi, Mesir
menolak takluk. Saifuddin Qutuz ditunjuk untuk memimpin perlawanan.
Mampukah Qutuz membendung serangan bangsa Mongol? Bagaimana dengan Baibars? Apakah ia akan menjadi kawan atau lawan Saifuddin Qutuz? Simak terus kisahnya!










Rating & Review
There are no reviews yet.