Artikel Islami

Radjiman Wedyodiningrat: Perjalanan Pemikiran dari Theosofi hingga Freemasonry

ChatGPT Image 7 Jul 2026, 10.25.36

Oleh : Tim Redaksi

Siapa Radjiman Wedyodiningrat?

Nama Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat dikenal luas sebagai Ketua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), lembaga yang berperan penting dalam proses lahirnya dasar negara Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, sidang BPUPKI menjadi tempat pertama kali Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang memperkenalkan istilah Pancasila pada 1 Juni 1945. Peran tersebut menjadikan Radjiman sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Namun, perjalanan intelektual Radjiman tidak hanya berkaitan dengan dunia kedokteran dan perjuangan nasional. Dokumen sejarah juga mencatat keterlibatannya dalam organisasi Theosofi serta Freemasonry, yang turut memengaruhi cara pandang dan aktivitasnya pada masa pergerakan nasional.


Pendidikan dan Awal Perjalanan Intelektual

Radjiman merupakan lulusan School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) dan sempat melanjutkan pengalaman akademiknya di Eropa.

Menurut dokumen yang diunggah, ketertarikannya terhadap Theosofi bermula ketika bertugas sebagai dokter di Semarang. Di sana ia berkenalan dengan R. Prawirahardja yang memperkenalkannya pada ajaran Theosofi serta berbagai diskusi filsafat.

Sejak saat itu, pemikiran Radjiman berkembang melalui berbagai referensi Barat maupun Timur.


Keterlibatan Radjiman dalam Theosofi

Dalam dokumen disebutkan bahwa Radjiman menjadi salah satu tokoh yang aktif mengembangkan Theosofi di Hindia Belanda.

Beberapa aktivitas yang dikaitkan dengannya antara lain:

  • Mendirikan cabang organisasi Theosofi di Sragen.
  • Mengadakan diskusi mengenai filsafat dan kebatinan.
  • Berinteraksi dengan sejumlah tokoh Theosofi internasional seperti Annie Besant, Charles Webster Leadbeater, Dirk van Hinloopen Labberton, serta Jiddu Krishnamurti.

Dokumen juga menyebutkan bahwa tulisan-tulisannya banyak membahas tema filsafat, kebatinan, budaya Jawa, serta mengutip berbagai tokoh dari beragam tradisi pemikiran.


Hubungan dengan Freemasonry

Selain aktif di lingkungan Theosofi, dokumen menyebut bahwa pada tahun 1913 Radjiman secara resmi menjadi anggota Freemasonry (Vrijmetselarij).

Dalam sistem keanggotaan Freemasonry saat itu, seseorang memerlukan rekomendasi dari anggota yang telah lebih dahulu bergabung.

Setelah menjadi anggota, Radjiman disebut pernah memimpin Neutrale Onderwijs Vereeniging, sebuah organisasi pendidikan sekuler yang dalam dokumen dikaitkan dengan Freemasonry.


Peran dalam Boedi Oetomo

Radjiman juga pernah menjabat sebagai Ketua Boedi Oetomo, salah satu organisasi yang berperan dalam sejarah kebangkitan nasional Indonesia.

Menurut dokumen yang diunggah, selama masa kepemimpinannya organisasi tersebut memiliki pengaruh kuat dari pemikiran Theosofi.

Dokumen juga mengutip pandangan Radjiman dalam Kongres Boedi Oetomo tahun 1917 yang menolak usulan agar ajaran Islam dijadikan bagian dari dasar organisasi tersebut. Penolakan tersebut didasarkan pada pandangannya mengenai hubungan budaya Jawa dengan tradisi Hindu-Buddha.

Pandangan tersebut menjadi salah satu bagian yang sering dibahas dalam kajian sejarah mengenai dinamika pemikiran organisasi-organisasi pergerakan nasional pada awal abad ke-20.


Aktivitas Menulis dan Pandangan Politik

Selain aktif dalam organisasi, Radjiman juga menulis berbagai artikel di Majalah Timboel.

Dokumen menyebutkan bahwa beberapa tulisannya mengkritisi Sarekat Islam dan H. Agus Salim, terutama terkait arah perjuangan organisasi yang menurutnya lebih menonjolkan aspek religius dibandingkan kepentingan sosial-politik.

Hal ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara tokoh-tokoh pergerakan nasional mengenai hubungan antara agama, kebangsaan, dan pembangunan negara.


Radjiman dalam Catatan Freemasonry

Salah satu informasi menarik dalam dokumen adalah penyebutan bahwa Radjiman merupakan satu-satunya anggota Freemasonry berdarah Jawa yang artikelnya dimuat dalam buku Gedenkboek der Vrijmetselarij in Nederlandsch-Indië 1767–1917.

Artikel tersebut berjudul Een Broederketen der Volken atau Persaudaraan Rakyat.

Keberadaan tulisan tersebut menunjukkan bahwa Radjiman memiliki keterlibatan yang cukup dikenal dalam lingkungan organisasi tersebut pada masa Hindia Belanda.


Warisan Sejarah Radjiman Wedyodiningrat

Di luar berbagai pandangan dan aktivitas intelektualnya, Radjiman tetap dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Beberapa kontribusinya meliputi:

  • Ketua pertama BPUPKI.
  • Anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
  • Tokoh pergerakan nasional.
  • Dokter lulusan STOVIA.
  • Penerima gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 68/TK/2013.

Perjalanan hidupnya memperlihatkan bagaimana seorang tokoh sejarah dapat memiliki latar belakang pemikiran yang kompleks dan beragam.


Kesimpulan

Radjiman Wedyodiningrat merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia yang berkontribusi besar terhadap proses persiapan kemerdekaan melalui kepemimpinannya di BPUPKI.

Di sisi lain, dokumen yang diunggah juga menggambarkan perjalanan intelektualnya yang dipengaruhi oleh berbagai aliran pemikiran, termasuk Theosofi dan Freemasonry, serta perannya dalam organisasi-organisasi pada masa pergerakan nasional. Kajian terhadap sosok Radjiman memperlihatkan bahwa sejarah Indonesia dibentuk oleh dinamika gagasan, organisasi, dan tokoh-tokoh dengan latar belakang pemikiran yang beragam.


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − 5 =

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Deskripsi
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Beli
Click outside to hide the comparison bar
Compare