Oleh : Tim Redaksi
Allah berfirman, “Di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” (Ghafir: 78)
Melalui ayat ini, Allah SWT mengatakan bahwa ada rasul yang Allah ceritakan dan ada yang tidak diceritakan. Di sini, Allah ingin memberi pelajaran bahwa tidak semua hal harus diketahui orang lain. Biarlah ada hal-hal yang hanya Allah SWT yang tahu.
Hari ini, kita hidup di masa ketika banyak orang lebih senang bercerita dan mengabarkan kebaikannya dengan memasang status di media sosial. Seakan-akan ia ingin mendapatkan pengakuan dari manusia dan lupa bahwa Allah-lah yang Maha Membalas kebaikan dengan balasan yang lebih baik.
Suatu hari, sahabat Sa’ib bin Aqra’ menghadap Khalifah Umar bin Al-Khathab untuk melaporkan nama-nama pahlawan kaum muslimin yang telah gugur di Nahawand. Aqra terus menyebutkan nama-nama itu sampai ia berkata, “Maaf wahai Amirul Mukminin, nama-nama yang lain aku tidak bisa menyebutkannya karena aku lupa.”
Mendengar itu, tiba-tiba Umar bin Al-Khathab menangis sambil berkata, “Jika kau lupa nama-nama mereka, Umar pun lupa, maka Allah tidak akan pernah lupa.”
Sumber:
Rasail Minal Qur’an, Adham Syarqawi
Tadabbur Al-Qur’an untuk Anak, Muhamad Yasir







