Uncategorized

PENDERITAAN ABU HURAIRAH MENUNTUT ILMU

24061f95-befc-4a1d-8647-c7974c4c1e8e_0

Oleh : Muhammad Yasir Lc

Sobat, di masa Nabi Muhammad n, para sahabat sangat bersemangat menuntut ilmu. Di antara sahabat Nabi itu, Abu Hurairah-lah yang paling menonjol. Ia menjadi sahabat Nabi n yang paling banyak meriwayatkan hadits, yaitu sekitar 5374 hadits. Nama asli Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin Shakhr Ad-Dausi Al-Yamani. Ia masuk Islam sekitar tahun ke tujuh Hijriyah (628 M). Saat itu, umat muslim sedang berperang melawan Yahudi di Perang Khaibar. Dengan kata lain, Abu Hurairah hidup bersama Nabi sehingga sekitar 4 tahun.

Setelah Abu Hurairah masuk Islam dan ikut behijrah ke Madinah, beliau tinggal di Masjid Nabawi bersama dengan sahabat Nabi lainnya sambil belajar tentang Islam. Ketika itu, mereka disebut ahlu suffah. Para ahlu suffah mendapatkan makanan jika Nabi Muhammad n mendapatkan makanan. Mereka tidak makan jika keluarga Nabi n tidak makan. Karena itu, laparnya ahlu suffah berarti laparnya Nabi beserta keluarganya. Abu Hurairah tidak pernah absen mendengarkan Nabi saat menyampaikan pelajaran. Selain itu, beliau memiliki hafalan yang kuat berkat doa Nabi n.

Hal inilah yang menjadikan Abu Hurairah paling banyak meriwayatkan hadits di antara sahabat Nabi lainnya. “Kalian akan mengatakan bahwa Abu Hurairah banyak meriwayatkan hadits. Dan, Allahlah tempat untuk membuktikan janji. Kalian juga akan berkata, ‘Mengapa orang orang Muhajirin dan Anshar tidak banyak meriwayatkan hadits, seperti periwayatan Abu Hurairah?’ Sungguh, saudara-saudaraku dari Muhajirin disibukkan dengan jual beli di pasar, sedangkan saudara saudaraku dari Anshar disibukkan oleh pengelolaan harta mereka. Adapun aku, seorang miskin yang selalu mengikuti Nabi Muhammad selama perutku terisi. Aku hadir saat mereka tidak hadir. Aku ingat dan paham saat mereka lupa,” kata Abu Hurairah.

Tahukah Kamu?

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah pernah berkata, “Aku membagi malamku tiga bagian, pertama untuk membaca Al-Qur’an, sebagian lain untuk tidur, sebagian lagi untuk mengulang hafalan haditsku.” (Tarikh Dimasyq, 67 /362)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + thirteen =

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Deskripsi
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Beli
Click outside to hide the comparison bar
Compare