Artikel Islami

Belajar dari Kisah Tragis Orang-orang Zhalim(Laki-Laki Memfitnah Sa’ad bin Waqash, Maka Ia Panjang Usia Dalam Kefakiran)

ChatGPT Image 7 Agu 2026, 15.00.12

Oleh: Muhamad Yasir, Lc

Sahabat Jabir bin Samurah bercerita,
Suatu waktu, penduduk kota Kufah melaporkan gubernur Sa’ad kepada pemimpin kaum muslimin Umar bin Al-Khathab.
Mendengar itu, khalifah Umar lantas memberhentikannya dari jabatannya dan mengangkat Ammar bin Yasir sebagai penggantinya.
Penduduk Kufah melaporkan banyak hal termasuk Sa’ad tidak bisa mengerjakan shalat dengan baik saat menjadi imam.
Umar lalu mengutus seseorang kepada Sa’ad. Ia berkata, “Hai Sa’ad, sungguh penduduk Kufah menuduhmu tidak bisa mengerjakan shalat dengan baik.”
Mendengar tuduhan itu, Sa’ad menjawab, “Demi Allah, sungguh saya telah mengerjakan shalat dengan mereka seperti shalat Rasulullah dan tidak menguranginya. Aku mengerjakan shalat Isya, aku perpanjang dua rakaat pertama dan mempersingkat dua rakaat lainnya.”
Umar berkata, “Itulah dugaanku kepadamu wahai Sa’ad.”
Umar lalu mengutus beberapa orang ke kota Kufah untuk menanyakan kebenaran tuduhan penduduk kota Kufah. Maka, tidak satu masjid pun dilewati, melainkan utusan itu bertanya tentang Sa’ad. Ternyata, mereka memuji Sa’ad dengan baik.
Setelah utusan Umar memasuki masjid Bani Abs, seorang lelaki berdiri di antara mereka, ia bernama Usamah bin Qatadah, ia dijuluki Abu Sa’dah. Usamah berkata, “Sa’ad itu tidak pernah keluar bersama pasukan, tidak adil dalam membagi harta dan zhalim dan memutuskan perkara.”
Sa’ad bin Abi Waqqash berkata setelah mendengar fitnah itu, “Demi Allah, aku benar-benar akan berdoa dengan tiga keburukan untuk Usamah bin Qatadah,

اللَّهُمَّ إنْ كَانَ عَبْدُكَ هَذَا كَاذِباً ، قَامَ رِيَاءً ، وَسُمْعَةً ، فَأَطِلْ عُمُرَهُ ، وَأَطِلْ فَقْرَهُ ، وَعَرِّضْهُ لِلْفِتَنِ

“Ya Allah, apabila hamba-Mu ini (Usamah) berdusta, ia memfitnahku karena pamer serta mencari popularitas, maka panjangkanlah umurnya dan perlama kemiskinannya, serta hadapkanlah ia kepada fitnah.”
Beberapa tahun kemudian, doa Sa’ad terkabul, Jabir bin Samurah, berkata “Setelah beberapa tahun, aku melihat kedua alis mata Usamah jatuh di atas kedua matanya karena tua. Ia hidup miskin berkepanjangan, ia sengaja menghadang gadis-gadis belia di jalan lalu mencolek tubuh mereka dengan jemarinya.”
Setelah itu, setiap kali ditanya, maka Usamah menjawab,

شَيْخٌ كَبيرٌ مَفْتُونٌ ، أَصَابَتْنِي دَعْوَةُ سَعْدٍ .

“Aku adalah seorang yang sudah tua renta dan ditimpa bencana. Doa Sa’ad bin Abi Waqqash atasku telah dikabulkan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Catatan dan Pelajaran:
Pertama: Manusia ada yang lahir ditakdirkan sebagai hamba, ia melangsungkan kehidupan, jika ia salah dan khilaf maka ia dapat meminta maaf atas kesalahannya. Namun, ada juga manusia yang ditakdirkan lahir sebagai pembangkang dan orang-orang zhalim, maka tentu engkau pernah mendengar nama-nama orang zhalim seperti Namrudz, Fir’aun, Qarun, Samiri, Abu Lahab, kaum Ad, Tsamud, kaum Luth, dll, maka ketika mendengar nama-nama mereka engkau langsung berpikir bahwa mereka orang-orang buruk, dan itu akan sulit dihapus sepanjang dunia masih berjalan. Maka, syukurilah dirimu jika engkau lahir sebagai orang beriman yang taat, jika salah, engkau dapat meminta maaf.
Kedua: Allah mengharamkan perbuatan zhalim atas diriNya, jika hamba beramal shaleh, maka Allah akan memberinya pahala, jika seorang hamba berdosa, maka Allah mencatatnya sebagai dosa, dan semuanya nanti akan diberikan ganjarannya pada hari kiamat, Allah tidak pernah zhalim kepada hambaNya sedikit pun. Karena itu, Allah juga mengharamkan kezhaliman atas hamba-hambaNya.
Ketiga; Allah mendengar doa orang zhalim yang kafir, bukan karena Allah senang dengan kekafiran tapi Allah benci dengan tindakan kezhaliman.
Keempat: Hukuman yang dipercepat di dunia bagi orang-orang zhalim, tidak akan membatalkan hukuman yang akan didapatkan di akhirat kelak.
Kelima: Allah dan manusia tidak pernah melupakan kezhaliman yang dilakukan seorang hamba.
Keenam: Di setiap zaman terdapat orang yang suka mencari muka, menjelek-jelekkan kebenaran, menjatuhkan orang-orang saleh. Karena itu, Allah pun mengabulkan doa para hamba-Nya yang dizhalimi. Terlebih lagi apabila hamba itu mempunyai memiliki sifat baik.
Ketujuh: Karamah Sa’ad bin Abi Waqqash yaitu doanya mustajab. Doa Sa’ad menjadi kenyataan sehingga orang yang memfitnahnya panjang umur, miskin, serta menghadapi fitnah, di usia tuanya dia suka menggoda gadis-gadis di jalan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 2 =

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Deskripsi
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Beli
Click outside to hide the comparison bar
Compare