Oleh : Muhamad Yasir Lc

Teman-teman, ayat ini mengabarkan kita bahwa Allah-lah yang memegang langit dan bumi agar tidak bergerak dan jatuh. Dengan begitu, kita bisa tinggal, beribadah, serta beraktivitas dengan aman. Itulah nikmat tersembunyi yang banyak orang tidak menyadarinya, karena sehari-hari terbiasa melakukannya. Bayangkan jika Allah tidak memegang langit dan bumi, kita tidak bisa beraktivitas dengan bebas. Oleh karena itu, jangan keluhkan masalahmu kepada manusia. Jadikan Allah tempat bersandar dan mengadu, sebab Dia Maha Kuat dan Perkasa.
Dahulu kala, ada seorang perempuan salehah yang sudah tua bernama Maimunah bintu Syaqulah Al-Bagdadiyah. Ia tinggal bersama cucunya. Suatu waktu, tembok rumah Maimunah hampir roboh, dan sang cucu melaporkan kepadanya bahwa tembok rumahnya miring dan hampir roboh. Maimunah pun berkata kepada cucunya, “Berikan aku kertas dan pena.” Cucunya lalu mengambilkan untuknya kertas dan pena. Setelah itu, Maimunah menuliskan sesuatu di atas kertas itu sambil menyuruh cucunya, “Letakkanlah kertas bertulis ini di dekat tembok yang hampir roboh itu.” Cucunya pun melaksanakan perintah neneknya tanpa melihat isi tulisan di kertas itu.
Selama dua puluh tahun tembok itu pun bertahan alias tidak roboh. Sampai sang nenek meninggal dunia. Tidak lama setelah sang nenek meninggal, barulah sang cucu teringat kertas yang disimpan dekat tembok. Ia pun mengambilnya, dan ternyata, isi tulisan itu adalah, “Sungguh, Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap (Fathir: 41). Oleh karena itu, jagalah tembok rumahku ini.” (Al Burhan, Imam Az-Zarkasyi). Perempuan tua dalam kisah ini sangat yakin bahwa Allah Maha Hebat, karena itu ia mengadukan kondisi temboknya kepada Allah.







