Deskripsi
Biografi Penulis
Brand Produk
Ulasan
Description
Saat Ummu Abdillah, istri Imam Ahmad bin Hanbal meninggal dunia, Imam Ahmad berdoa, ”Yarhamu llahu Umma Abdillah.” Saat ditanya mengapa berdoa seperti ini, ia menjawab, ”Kami sudah menjalani hidup rumah tangga puluhan tahun, namun kami tidak pernah berselisih, kalau saya marah dia berusaha buat saya ridha, kalau dia marah, saya berupaya buat dia ridha.”
Salah satu indeks bahagia manusia adalah saat ia memiliki kehidupan rumah tangga bahagia; Having a good family life. Ya, saat suami, istri atau anak berada di tengah keluarga yang nyaman serta mencintainya. Bahagia sejenis ini mengalahkan bahagianya saat ia berada di tempat manapun; tempat kerja, berkumpul bersama sahabat, berada di pusat belanja, sekolah, kampus, tempat olahraga, arisan, memancing, camping, bahkan majlis taklim, dll. Karena di keluarga, seorang bebas mengekspresikan dirinya apa adanya tanpa pura-pura.
Buku, ”Rumah Tangga Penghuni Surga.” ini, merekam sebagian jejak cinta dan keluarga orang-orang shaleh, ulama klasik, juga para nabi dan rasul yang unik yang selalu menginspirasi, cermin sekaligus guru keluarga bagi keluarga akhir zaman untuk berbenah diri demi bahagia. Belajar dari mereka memberi uzur, merawat cinta bahkan mereka merasakan surga di mulai dari rumah tangga, seperti kata Nabi, ”Baiti jannati, Rumahku Surgaku.” Menyimak jejak cinta dan kisah-kisah rumah tangga selalu menarik untuk disimak. Tak pelak, buku ini layak Anda miliki.










Rating & Review
There are no reviews yet.