Oleh : Tim Redaksi
Allah berfirman, “… dan lembutkanlah suaramu. Sungguh seburuk-buruk suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19)
Alkisah, dahulu kala ketika semua makhluk diciptakan, mereka diberi kemampuan mengeluarkan suara. Ketika suara itu keluar pertama kalinya, semua makhluk memuji dan mengagungkan Allah, kecuali keledai. Keledai hanya mau bersuara kalau lapar atau ingin memuaskan nafsunya. Suara keledai dalam kisah ini memberi makna yang lebih luas. Keledai hanya mau bersuara atau berteriak kencang jika lapar atau ingin memuaskan hawa nafsunya. Tapi saat ia diberi rumput, ia pun akan diam
Ayat di atas merupakan salah satu nasihat terbaik Luqman kepada anaknya. Oleh karena itu, jagalah suaramu saat berbicara. Jangan seperti suara keledai yang meringkik dan mengganggu pendengaran.
Tentu ada waktunya, kamu boleh meninggikan suara, seperti berteriak untuk memanggil dari kejauhan atau kondisi tertentu. Tapi selebihnya, aturlah suaramu karena itu akhlak orang-orang saleh.
Nah, hari ini, banyak orang bersikap seperti keledai. Ia hanya mau bersuara jika kenikmatannya diusik atau sedang lapar. Tapi saat agamanya dihina atau nabinya di ejek, ia memilih diam.







