Oleh : Tim Redaksi
Nabi Muhammad n bersabda,
“Tidaklah menimpa seorang muslim ditimpa musibah berupa kelelahan, sakit, kegelisahan dan kesedihan, gangguan dan kekecewaan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan melebur sebagian dosa-dosanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
Makna
Sobat, dalam kehidupan di dunia ini, manusia akan mengalami berbagai ujian, kesulitan, kekhawatiran, dan kesedihan. Dalam hadits ini, Nabi Muhammad memberikan kabar bahwa setiap musibah yang menimpa seorang muslim, baik itu kelelahan, penyakit, kekhawatiran, kesedihan, maupun
gangguan sekecil duri yang menusuk, semuanya akan menjadi penyebab Allah menghapus sebagian dosa-dosanya. Seseorang pun akan keluar dari musibah itu dalam keadaan bersih dari dosadosa
dan kesalahan-kesalahannya, serta dekat dengan Tuhannya. Bukankah Allah Maha Baik?
Karena itu seorang muslim sepertimu seharusnya bersyukur atas setiap cobaan yang Allah berikan, sekecil apa pun itu, karena hal itu membawa keberkahan dan pahala.
Hikmah
Sobat, Nabi Muhammad mengasihani perempuan itu dan beliau menyuruhnya bersabar karena dengan sabar ia akan mendapat ampunan Allah. Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa Nabi Muhammad sangat penyayang kepada semua orang, termasuk kepada orang yang sedang sakit agar mendapat kesembuhan.
Sahabat Ibnu Abbas bertanya pada Atha’ Bin Abi Rabah, “Wahai Atha’, maukah kutunjukan padamu seorang wanita penghuni surga?” “Mau, wahai sahabatku,” jawab Atha’ bin Abi Rabah.
Ibnu Abbas berkata, “Itu orangnya,wanita yang hitam itu. Suatu hari dia pernah mendatangi Nabi sembari berkata, ’Wahai, Rasul, aku sering kerasukan dan auratku tersingkap karenanya. Karena itu, berdoalah pada Allah untukku.’”Nabi berkata, “Wahai saudariku, jika engkau mau, bersabarlah. Engkau pasti akan memperoleh surga yang penuh kenikmatan. Jika kamu mau, aku berdoa pada Allah
meminta supaya Dia menyembuhkanmu.” Wanita itu berkata, “Kalau begitu, aku memilih bersabar, wahai Rasulullah.” Meski demikian, Nabi Muhammad pun mendoakan untuk kesembuhannya.
(Nuzhatul Muttaqin Syarah Riyadhush Shalihin, Imam An-Nawawi, DR. Said Khin DKK)







