Oleh : Tim Redaksi
Nabi Muhammad n bersabda,
“Barang siapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara
tersebut tertolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah
Makna
Sobat, Islam yang kamu anut ini adalah agama yang sudah sempurna, bukan? Karena itu kita tidak diperbolehkan mengada-adakan amalan baru. Alangkah sayangnya jika sudah bersusah payah beramal,
mengeluarkan tenaga, dan uang yang banyak, namun akhirnya juga ditolak oleh Allah. Kamu perlu sadari bahwa menciptakan hal baru untuk kebai
manusia di dunia, tidaklah terlarang. .Seperti membuat pesawat terbang, jam, telepon, mobil, dan lainnya meski semua benda-benda itu tidak ada di masa Nabi Muhammad. Nah, jika ingin amalmu diterima Allah, syarat yang kamu harus penuhi adalah harus ikhlas beramal karena Allah dan harus sesuai dengan yang diajarkan Allah dan Rasul- Nya. Misalnya, Nabi Muhammad mengajarkan shalat subuh sebanyak dua rakaat. Ka rena itu kamu tidak boleh mengerjakan satu rakaat saja karena malas atau tiga rakaat karena sedang bersemangat.
Suatu hari, para sahabat melakukan
Perjalanan bersama Nabi Muhammad dari Kota Makkah menuju daerah Hunain. Saat itu banyak sahabat yang baru masuk Islam. Saat masih kafir, mereka memiliki kebiasaan menggantungkan senjata di
sebuah pohon lalu beri’tikaf di dekatnya. Pohon tersebut diberi nama Dzatu Anwath. Ketika melewati sebuah Dzatu Anwath, salah seorang sahabat tiba-tiba menghentikan perjalanan sambil berkata
kepada Nabi Muhammad, “Ya Rasulullah, bolehkah kami meminta sesuatu darimu?” Nabi Muhammad, “Permintaan apakah itu, wahai sahabatku?” “Wahai Rasulullah, kami meminta kepadamu agar engkau membuatkan untuk kami Dzatu Anwath seperti itu agar kami bisa duduk beribadah seperti mereka.”
Nabi Muhammad membacakan sebuah ayat, “Wahai sahabatku, kalian ini seperti tingkah sahabat Nabi Musa dahulu yang juga pernah meminta kepada Musa, ‘Wahai Musa, buatkan untuk kami tuhan-tuhan untuk kami agar kami bisa menyembahnya.’Lalu Musa menjawab, “… Sesungguhnya kamu adalah kaum yang bodoh.” (Al A’raaf: 138). Sesungguhnya kalian akan mengikuti jejakkaum sebelum kalian. (HR. Al-Bukhari) Sobat, Nabi Muhammad telah menyampaikan agama Islam dengan sempurna. Agama Islam tidak boleh lagi dikurangi atau ditambah-tambah, misalnya shalat subuh ditambah menjadi tiga rakaat atau shalat ashar dikurangi menjadi tiga rakaat saja. Hal-hal tersebut termasuk bid’ah, perkara baru yang tidak pernah diajarkan Nabi.
Hikmah : Sobat, Nabi Muhammad telah menyampaikan agama Islam dengan sempurna. Agama Islam tidak boleh lagi dikurangi atau ditambah-tambah, misalnya shalat subuh ditambah menjadi tiga rakaat atau shalat ashar dikurangi menjadi tiga rakaat saja. Hal-hal tersebut termasuk bid’ah, perkara baru yang tidak pernah diajarkan Nabi.







