Bedah Buku

Novel "Titip Satu Cinta", Ungkapan Penderita Gagal Ginjal

Membangun keharmonisan, kasih sayang, kebersamaan dan saling memberi semangat satu sama lain, sehingga yang sakit merasa hidupnya
SELASA, 27 NOVEMBER 2012
Dok
Dok (cekricek.co)

Peluncuran novel Titip Satu Cinta karya pasangan istri- suami Elmy Suzanna dan Hafiz Deni di Istora Senayan, Minggu (19/11), mendapat sambutan hangat dari para pecinta buku. Novel ini bercerita tentang kisah cinta dan perjuangan seorang penderita gagal ginjal.

Novel ini ditulis berdasar kisah nyata seorang penderita gagal ginjal yang berjuang menghadapi penyakitnya. Cuci darah yang dilakoni dua kali dalam seminggu menjadi tantangan terberat bagi keduanya untuk memaparkan kisahnya. Mereka berharap novel ini bisa memotivasi penderita lainnya.

"Untuk pertama kalinya saya menulis buku. Saya tak menyangka bisa menulis," kata Haviz kepada C&R Digital. "Semua yang saya tulis adalah gambaran perasaan istri saya sebagai penderita gagal ginjal dan semuanya benar-benar dari pengalaman nyata".

Sementara, Elmy menceritakan telah mengidap penyakit mematikan itu sejak 2008 lalu. "Itu membuat saya sedih tapi saya harus tetap semangat menjalani hidup seperti orang sehat," ungkap Elmy.

Perempuan kelahiran 4 Mei 1977 ini mengaku sempat terpikir untuk tak menikah sejak dinyatakan sakit. Apalagi Elmy mengaku mentalnya sering down karena seloroh dan komentar teman-temannya. 

"Teman-teman bilang secara fisik saya bisa jadi jelek karena kulit saya akan menjadi kehitaman akibat cuci darah. Mana ada yang mau nikah sama orang jelek?", kenang Elmy. 

Tapi ia beruntung punya adik yang selalu memberinya semangat dan meyakinkan dirinya akan menikah suatu saat nanti. "Ternyata itu benar, ada lelaki baik yang mau menikahi saya dan sosok itu adalah suami saya," kata Elmy.

"Serbenarnya yang ingin kami sampaikan  melalui novel ini adalah sebuah pesan dimana Kedekatan dengan Tuhan itu adalah segalanya, sehingga segala rasa sakit dan ujian akan kecil sekali artinya," kata Haviz.

Keduanya mengungkapkan, Buku ini menarik karena menceritakan kehidupan pernikahan orang sehat dengan orang sakit. "Membangun keharmonisan, kasih sayang, kebersamaan dan saling memberi semangat satu sama lain, sehingga yang sakit merasa hidupnya sama seperti orang normal dan tidak takut dengan sakitnya," kata Haviz.

Sumber: Cekricek.co


KOMENTAR
ajxload

KIRIM KOMENTAR
FACEBOOK

TWITTER