Pembinaan Anak

Anak dan Generasi Harapan

Bukanlah hal terpenting menjadikan anak jenius tapi tidak mempunyai kecakapan hidup yang bisa bermanfaat bagi orang lain.
KAMIS, 20 OKTOBER 2011
Keluarga - Membina mental anak
Keluarga - Membina mental anak (indonesia.faithfreedom.org )

Oleh : Syeikh Kamil Shabri 

Sekecil apapun langkah yang dilakukan seorang ayah dalam membekali anak dengan wawasan ilmu pengetahuan merupakan sarana efektif untuk menghadapi berbagai  tantangan kelak. 

Walaupun hanya sekedar membantu anak menanam bibit tanaman atau ikut bergabung bersamanya membahas topik yang dihadapi.

Seluruh upaya tersebut merupakan langkah yang tepat dan berada pada koridor yang benar dalam rangka mempersiapkan kecakapan hidup generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Umumnya cara yang diterapkan sebagian orang tua mendidik anak sudah benar. Semua bisa dilakukan dengan cara yang mudah, spotan dan ta perlu pengorbanan besar. Namun bagi sang anak laksanak sihir pemikat hati yang mengesankan.

Tingkat wawasan akademik bukanlah syarat terpenting bagi seorang ayah atau ibu untuk mengarahkan dan membimbing anak. Justru hal terpenting adalah mengkhususukan waktu dan perhatian guna mengetahui pola hidup yang digeluti anak selama bertahun nanti.

Sekolah pun buka satu-satunya lembaga yang mampu melaksanakan tugas ini, namun orang tualah yang lebih penting membantu sang buah hati dalam menggali motiviasi belajar sepanjang hidup dan mempersiapkan ilmu untuk menghhdapi tantangan hidup.

Bukanlah hal terpenting menjadikan anak jenius tapi tidak mempunyai kecakapan hidup yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Disinilah  bagian penting peran orang tua pada masa pembentukan mental anak untuk memilihkan mainan-mainan yang tepat dan senatiasa mendamping saat proses belajar.

(Dikutip dari buku Ciptakan Surga untuk Anak di Rumah Anda)

 


KOMENTAR
ajxload

KIRIM KOMENTAR
FACEBOOK

TWITTER